Analitis

"Tingkatan Cinta" dalam Kitab Zamm al-hawa

Ibnul Jauzi dalam kitabnya Zamm al-hawa telah menguraikan panjang lebar tentang tingkatan cinta anak manusia.

Tingkatan cinta (dimabuk asmara) Pertama yang timbul dalam perasaan seseorang adalah rasa simpati. Perasaan simpati ini akan mendorong seseorang untuk selalu berdekatan dan akrab. Kemudian dari rasa simpati ini akan meningkat kepada mawaddah, rasa cinta yang mengarah kepada berangan-angan untuk bisa memiliki. Setelah itu akan meningkat kepada tingkatan mahabbah, yaitu rasa cinta yang biasanya dimiliki oleh seseorang kepada kekasihnya atau istri kepada suaminya. Tahapan berikutnya adalah hawa, yaitu rasa cinta yang mengarah kepada hal negatif dan pada akhirnya akan meningkat pada tahapan yang berbahaya yaitu isyq, yaitu dimabuk cinta. Tingkatan terakhir adalah tatayyum, yaitu diperbudak oleh cinta. Diantara sekian banyak tingkatan cinta, yang paling berbahaya adalah dua tingkatan yang terakhir.

Pada tingkatan tatayyum, seseorang tidak lagi mampu menguasai perasaannya sendiri, dia akan sepenuhnya dikuasai oleh objek yang dicintainya. Ruang hatinya tidak lagi tersisa ruang kosong, semuanya telah dipenuhi pujaan hatinya, ibaratnya telah marasuk ke dalam sum-sum tulangnya. Tingkatan ini sungguh sangat berbahaya, Anda jangan coba-coba menjajalnya. Takutnya nanti seperti lembu yang terjebak dalam lorong sempit, mau mudur tidak bisa, mau melanjutkan pun tidak sanggup.

Tidak ada komentar: