Ada seorang teman yang sudah kuanggap seperti adek sendiri, ya maklum
kami berdua mempunyai kesamaan sifat yakni manja, aku seringkali
menyebut namanya dengan Lathifah yang berarti yang lemah lembut karena
setelah kubersentuhan langsung dengan perasaannya, perasaannya sangat
halus, walaupun jujur di antara kami belum pernah bertemu, namun entah
kenapa serasa ada ikatan hati di antara kami berdua. Jujur she, kutahu
dirinya lebih suka di panggil dengan nama Fathimah, tokoh yang
menginpirasi dirinya untuk selalu menjadi muslimah yang kaffah dan
seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya khususnya sang ayah. Dan
aku tahu dengan hatiku ada harapan besar di balik nama “Fathimah”.
Pada Tanggal 11 July 2012…
Dirinya bertanya kepadaku, “Mba usaha apa yang paling baik dalam menjemput jodoh?"
"Simple, cukup belajar dan berusaha menjadi muslimah yg ideal dan kaffah," jawabku.
Dan dirinya diam, kalau memperhatikan gerakan hatinya selama kami berkomunikasi, diamnya berarti dia berpikir.
Selang beberapa jam kemudian, sebuah messege masuk ke inbox ku. Bunyinya:
“Menanggapi status ukhti. Bagaimana klo dlm berusaha menjadi muslimah
yg kaffah mlh membuat usaha menjemput jodoh sulit...??? Misal krn
terlalu ketat dlm menjaga diri...???”
Aku terdiam sesaat, bukan karena tidak bisa menjawab tapi lebih
tepatnya karena ada amanah keluarga yang harus diselesaikan sehingga
aku menunda sementara waktu menjawab pertanyaan tersebut, dan
alhamdulillah saat ini aku diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
Ukhti Fillah...
Belajar dan berusaha menjadi muslimah yg ideal
dan kaffah, bukanlah sebuah halangan untuk menjemput jodoh kita. Cuma
mungkin jodoh tersebut masih disimpan Allah sampai kita siap menerima
amanah bernama “Pernikahan”, yang mungkin sebagian besar dari kita tahu
bahwa pernikahan adalah salah satu dari Mitsaqan Ghaliza, atau
perjanjian yang kokoh, dimana dalam al Qur’an hanya di sebutkan 3 kali
yakni Perjanjian antara Allah dengan para Nabi (Al Ahzab : 7),
perjanjian Allah dengan Bani Israil (An Nisa : 154), yang terakhir
hubungan dalam pernikahan itu sendiri.
Yang mungkin dari sini perlu kita tekankan belajar untuk menjadi muslimah ideal dan kaffah bukan sekedar mendapatkan “Jodoh yang Terbaik” tapi lebih pada “Menjadi hamba Allah yang Lebih Baik”.
Kita mendapatkan jodoh atau tidak itu semua adalah pemberian dan
amanah yang suatu saat akan di mintai pertanggungjawabannya di hadapan
Allah.
Selain itu jika kita tidak menjadi manusia yang “Tidak baik” bukan
jaminan jodoh kita akan cepat datang. Sejatinya jodoh adalah sarana agar
kualitas hidup kita menjadi lebih baik dalam mengemban amanah Allah
sebagai Khalifah fil Ardhi, dengan atau tidaknya kita bertemu dengan
jodoh kita, kita harus menetapkan dalam diri bahwa kita berkebutuhan
untuk menjadi hamba yang Syamil (menyeluruh mencakup segala segi dan
sisi kehidupan) Mutakamil (saling menyempurnakan, melengkapi dan
membentuk sinergi).
Aku bisa merasakan apa yang mbak rasakan karena aku juga belum di
pertemukan dengan jodohku, namun bukan berarti Allah tidak menyayangi
kita, aku yakin bahwa nikmat Allah tidak terbatas pada pemberian jodoh,
banyak nikmat yang sering kita lalaikan karena kesombongan diri dan
rasa kurang bersyukur. Jika ini merupakan bagian dari ujian Allah, maka
yakinlah ujian tersebut adalah sarana buat kita untuk menjadi manusia
yang lebih baik,sebagaimana yang tertuang dalam sebuah Kitab Cinta
bernama “Al Qur’an”
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak akan diuji lagi ?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang - orang yang sebelum mereka.
Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang - orang yang benar dan
sesungguhnya Dia mengetahui orang - orang yang dusta.” (QS Al Ankabut:2 - 3)
Jika hati mbak galau ingatlan sebuah pesan singkat di balik kata G.A.L.A.U
G od
A lways
L istening
A lways
U nderstanding
Yakinlah Allah selalu mendengar keluh kesah kita dan Allah lebih
mengerti apa yang kita bukan lebih dari sekedar yang kita inginkan.
Dan jurus terbaik mengatasi masalah yang membuat kita GALAU adalah
belajar Mendengar dan Memahami bahwa segala sesuatu yang Allah Ciptakan
tiada yang sia-sia, ada proses pembelajaran yang membuat kita lebih
baik lagi
Moga Bermanfaat...
Amatullah Mufidah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar