Seseorang yang memiliki hati ikhlas akan lebih memiliki kepekaan dalam
menyerap pelajaraan ilmu batin. Secara logika orang yang berhati ikhlas
lebih mudah memusatkan konsentrasinya pada satu titik tujuan, yaitu
persoalan yang dihadapinya.
Disebutkan bahwa orang yang berhati ikhlas diperkenankan Allah untuk Berbicara, Melihat, Berpikir dan Mendengar bersama dengan ridho Allah (Ketajaman Mata Hati) . hadist Thabrani
Hati yang ikhlas identik dengan ketiadaan rasa tamak. Orang yang
memiliki sifat ikhlas tetunya disukai manusia. Rasullullah SAW pernah
didatangi seorang sahabat yang ingin meminta resep agar disukai Allah
dan disukai sesama manusia. Rasullullah bersabda :
"Jangan rakus
dengan Harta Dunia, tentu Allah akan menyenangimu, dan jangan tamak
dengan hak orang lain, tentu banyak orang yang menyenangimu ".
Hadist ini jika dikaitkan dengan kehidupan para spiritualis mereka
memiliki power pertama kali disebabkan karena kharismanya, jika
seseorang itu banyak disukai sesamanya maka apa yang diucapkan pun akan
dipercaya. Sebaliknya walau orang itu berilmu tinggi tetapi kalau tidak
disukai sesamanya maka apa yang diucapkannya pun tidak berkharisma
Selain berhati ikhlas Bersedekah juga memiliki pengaruh terhadap
menyingkirnya bahaya. Banyak hadist membahas masalah sedekah berkaitan
dengan tolak-balak. Dengan banyak bersedekah, seseorang akan memperoleh
limpahan rezeki dan kemenangan.
Rasullullah SAW bersabda :
"Wahai Manusia..! Bertobatlah Kamu kepada Allah sebelum mati, segeralah
Kamu beramal saleh sebelum Kamu sibuk, sambunglah hubungan dengan
Tuhanmu dengan memperbanyak zikir dan memperbanyak amal sedekah dengan
rahasia maupun terang-terangan. Tuhan akan memberi Kamu rezeki,
pertolongan dan kemenangan". (HR Jabir RA)
Dalam kehidupan
bermasyarakat kita bisa melilhat hikmah dari sedekah ini. Seseorang yang
memiliki jiwa dermawan amat disukai sesamanya. Logikannya jika orang
itu disukai banyak orang maka ia jauh dari bahaya.
Selain
berhati ikhlas, Dermawan .. Mengurangi Makan dan Tidur atau biasa kita
sebut dengan laku tirakat (Berpuasa) yang universal yang berlaku untuk
seluruh makhluk hidup adalah "puasa". Ulat agar bisa terbang menjadi
kupu-kupu harus berpuasa terlebih dahulu, ular agar bisa ganti kulit
harus puasa terlebih dahulu dan ayam agar bisa beranak pun harus puasa
terlebih dahulu.
Secara budaya banyak hal yang dapat diraih
melalui puasa. Orang-orang terdahulu tanpa mempermasalahkan sisi
ilmiahnya aktivitas puasa telah berhasil mendapatkan segala daya linuwih
atau keistimewaan melalui puasa yang lazim disebut tirakat.
Dalam menempuh ilmu batin, aktivitas puasa mutlak dibutuhkan. Karena
didalam puasa itu tidak hanya bermakna melaparkan diri semata. Lebih
dari itu, berpuasa memiliki tujuan manonaktifkan nafsu syaithoni.
Non aktifnya nafsu secara tidak langsung meninggikan taraf spiritual
manusia, sehingga orang-orang yang berpuasa do'a nya makbul dan apa yang
terusik dalam hatinya sering menjadi kenyataan.
Orang-orang
terdahulu memiliki ketajaman mata batin dan manjur Ilmu kanuragannya
karena kuatnya dalam Laku Melek atau mengurangi tidur malam hari. Bahkan
burung hantu yang dilambangkan sebagai lambang ilmu pengetahuan pun
disebabkan karena kebiasannya "Tafakur " pada malam hari.
Dalam
filosofi ilmu batin, memperbanyak tafakur malam hari menyebabkan
seseorang memiliki "Mata Lebar", yaitu ketajaman dalam melihat dan
membaca apa-apa yang tersirat dibalik kemisterian alam semesta ini.
Bahkan ketika agama Islam datang pun membenarkan informasi sebelumnya
yang dibawa oleh agama lain. Hanya Islam yang menginformasikan bahwa
dengan ber-Tahajud ketika orang lain terlelap dalam tidur, menyebabkan
orang itu akan ditempatkan Allah SWT pada tempat yang terpuji.
Pada keheningan malam terdapat berbagai hikmah. Melawan "Nafsu" tidur
menuju ibadah kepada Allah SWT dan dalam suasana hening itu konsentrasi
mudah menyatu. Saat inilah Allah SWT memberikan keleluasaan kepada
hamba-hamba-Nya guna memohon apa saja yang diinginkan.
Banyak
para spiritualis yang memiliki keunikan dalam ilmu batin bukan karena
banyaknya ilmu dan panjangnya amalan yang dibacanya, melainkan karena
laku prihatin pada malam harinya. Insya Allah seseorang yang membiasakan
diri tafakur dan beribadah pada malam hari, maka Allah SWT akan
memberikan keberkahan dalam ilmu-ilmunya.
“Sultan Muhammad Al
Fatih”, seseorang yang tegas bila berhadapan dengan musuh tapi lembut
bila berhadapan dengan rakyatnya. Ia bisa menaklukkan Konstatinopel saat
berumur 21 tahun. Bukan karena jumlah pasukannya yang banyak, namun
karena ia mempunyai rahasia kedekatan dengan Allah. Pada keheningan
malam, dia selalu berkeliling untuk memastikan pasukan dan rakyatnya
untuk melaksanakan shalat Tahajud serta bermunajat penuh agar senantiasa
mendapatkan pertolongan dari Allah..
“Nuruddin Mahmud Zanki”.
Sejarah mencatatnya sebagai Penakluk keganasan pasukan salib. Bukan pula
karena ketangguhan pasukannya, tetapi karena ia mempunyai rahasia
kedekatan dengan Allah. Rentetan kemenangan yang diraihnya adalah karena
doa dan sholat-sholat malam yang penuh kekhusyu’an. Seorang ulama
tersohor, Ibnu Katsir mengatakan, ”Nuruddin itu kecanduan sholat malam,
banyak berpuasa, dan berjihad dengan akidah yang benar”. Istrinya
bernama Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di hadapan
suaminya, terlebih lagi di hadapan Allah. Malam- malam mereka adalah
malam penuh kemesraan dalam bingkai keimanan. Gemerisik dedaunan,
desahan angin, dan tetesan air mata seakan menjadi pernak-pernik mereka
dalam sujud yang panjang. Masya Allah .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar